September 11, 2009
Selain Plugin Quran untuk Microsoft Word, sekarang ternyata juga sudah ada hal yang mirip untuk pengguna Openoffice Writer (istilahnya extension). Namanya QiOO, singkatan dari Qur’an in Openoffice. Kalau saya tidak salah, sebagaimana halnya plugin untuk Microsoft Word, extension Writer ini juga merupakan buatan orang Indonesia! Extension ini dapat ditemukan di sini. Sayang hingga sekarang, extension ini belum diupload ke website resmi extension openoffice jadi mungkin banyak orang yang tidak tahu. Informasi tambahan bisa dilihat di blog Mas Issotyo, sang pengembangnya.

Supaya font Quran nya bagus, kita harus menginstal dulu font ScheherazadeRegOT.ttf yang disertakan pada file instalasi.
Secara default, extension ini sudah menyertakan terjemahan Quran dalam bahasa Indonesia. Jika ingin menggunakan terjemahan bahasa lain, kita dapat mendownload file terjemahan di website Zekr. Instalasinya dilakukan melalui pilihan option pada jendela Menu AlQuran tersebut. Saya sudah mencoba terjemahan bahasa inggris (Yusuf Ali) dan ternyata dapat digunakan dengan baik.
Selamat Puasa!
2 Comments |
Indonesia, Kubuntu, Ubuntu | Tagged: HAKI, Indonesia, Islam, Kubuntu, Ubuntu |
Permalink
Posted by bakthariq
January 30, 2009
Setelah mambaca artikel tentang fasilitas Google Mail offline di sini, saya langsung tertarik untuk mencobanya sendiri. Setelah mengikuti petunjuknya, akhirnya Gmail offline pun bisa sudah tersetting di laptop saya. Bagi yang berminat mencoba akan saya deskripsikan caranya secara singkat.
Persyaratan pertama untuk menginstal Gmail offline adalah Google Gears, karena program gears inilah sebenarnya yang memungkinkan program-program online google yang populer dapat diakses secara offline. Jadi kita harus menginstall gears terlebih dahulu. Silakan download google gears di sini. Saat ini gears belum dapat diinstal di konqueror, jadi bagi anda pengguna linux yang menyukai konqueror seperti saya, nampaknya kita “terpaksa” kali ini menggunakan firefox. Sekedar catatan, tampilan Gmail yang digunakan harus tampilan standard (Standard View) bukan tampilan sederhana (HTML version).
Setelah gears diinstal, silakan masuk untuk sign-in ke Gmail. Pilih menu Setting–>Labs. Pilih settingan “offline” (pilihan paling atas) dan set ke “enable”, lalu simpan.

Setelah itu akan keluar jendela gears yang meminta konfirmasi bahwa gmail offline ingin memanfaatkan fasilitas gears. Centang pilihanĀ “I trust this site. Allow it to use gears”. Bila jendela ini muncul tetapi tidak ada tulisannya, coba tekan alt-tab dan pilih lagi jendela ini.

Selain menginstall gmail offline, proses instalasi juga menawarkan apakah kita ingin membuat shortcut di desktop untuk gmail offline. Saya menyarankan “ya” karena akan memudahkan kita mengakses gmail offline nanti. Gmail onine kemudian akan disinkronkan dengan versi offline dengan cara menddownload semua data email kita, termasuk attachment. Tentu saja lama sinkronisasi ini tergantung dengan banyaknya data email dan koneksi internet kita. Setelah ini selesai maka kita sudah bisa menggunakan gmail secara offline. Coba klik shortcut desktop gmail tadi, tampilan untuk sign-in offlinenya adalah seperti ini:

Apabila kita ingin online, klik icon status di atas halaman di sebelah kiri “Setting”, kemudian pilih “Please sign-in to receive your new mail”

Yang perlu dingat adalah bahwa data gmail kita kan didownload ke komputer/laptop yang kita pakai. Jadi sangat disarankan untuk tidak menginstal gmail offline di komputer umum atau komputer yang dipakai bersama-sama dengan orang lain!
Selamat mencoba.
Leave a Comment » |
Indonesia | Tagged: Indonesia, Linux |
Permalink
Posted by bakthariq
July 29, 2008
I like to use jigdo for my kubuntu cd because my internet connection is limited. It is always better to use the limited bandwidth for something more useful, like browsing and blogging for example…:) With jigdo we can cut down the time to download the CD image. I’ve been using jigdo for the first alpha series of Intrepid and I always encountered problems. I always followed the official link to download the jidgo advertised in kubuntu announcement. Turn out that some of files on the jigdo template that made up the iso afterward had been removed from repositories. When I encountered the problem in Intrepid Alpha 1, I managed to get the missing files from this repo: cn.archive.ubuntu.com (china?) which eventually is slower than Indonesian mirror. Three days ago when I wanted to download Alpha 3, I stumbled the same problem, this time 15 packages were missing, I switched the repo again to cn.archive.ubuntu.com but only got 10 packages and still missing 5.
I decided not to waste more time and decided to download newer jigdo template which is from the daily images. In case you didn’t know you can get them at kubuntu daily images. So my advise is to use the jidgo template from here since it is in sync with the ever changing repo.
I did managed to download all the files with jigdo this time. I decided to fresh install my intrepid and it failed. Obviously there were some kde3 dependency problems that make it impossible to install adept, amarok, and others (and yes..that included kubuntu-desktop).
I don’t know whether the official cd image had this problem and haven’t check the launchpad on this issue. But if you had this problem and insist to procede with the install you can install a minimal sistem. After it finished installation of base system and you key in the username and password actually you are almost there. So when you were faced with the failed install screen (red background) you just skip the process and choose to proceed with the installation of grub. You will end up with a minimal system. But from there you can add up the packages. Since the dependency of kubuntu-desktop is borked, you can’t install it, instead try to install the packages one by one (xorg, konqueror, kdm, konsole, kdebase-workspace, etc).
1 Comment |
Indonesia, Kubuntu, Ubuntu | Tagged: Indonesia, intrepid, jigdo, Kubuntu, Linux, Ubuntu, ubuntu-id |
Permalink
Posted by bakthariq
July 18, 2008
KDE 4.1 membawa beberapa efek kwin baru, antara lain:
- flip switch
- cover switch

- snow

- wobbly window

Efek-efek ini sebenarnya sudah lama dapat kita nikmati dengan menggunakan compiz tetapi sekarang pengguna KDE dapatmenikmati efek tersebut dengan menggunakan kwin yang lebih terintegrasi dengan KDE. Untuk KDE 4.2 kwin mengenalkan efek baru lain yang merupakan primadona di compiz yaitu efek kubus. Silakan lihat videonya di you-tube.
Leave a Comment » |
Indonesia, Kubuntu, Ubuntu | Tagged: HAKI, Indonesia, intrepid, kde4.1, Kubuntu, kwin, Linux, Ubuntu, ubuntu-id |
Permalink
Posted by bakthariq
July 16, 2008
Ternyata KDE 4.1 rc1 memperkenalkan beberapa hal baru yang belum ada di KDE 4.1 beta sebelumnya. Setidaknya ada 2 perubahan baru hasil commit setelah beta 2 kemaren. Pertama, adalah perubahan pada handle plasmoid yang lebih sederhana

Kedua, applet/plasmoid yang ada di panel sekarang bisa dengan mudah dipindah-pindahkan. Cukup klik kanan, pilih panel setting, maka aplet tinggal diklik terus digeser-geser. Kemudahan untuk menggeserkan aplet ini, disamping mengubah besarnya panel, adalah salah satu hal yang paling banyak diminta oleh user KDE 4. Sebelumnya cuma di OpenSUSE 11.0 kita bisa menggeserkan aplet di panel karena mereka sudah membuat patch tersendiri di KDE 4.0.4.
Sampai sekarang paket kubuntu intrepid di mirror dl2.foss-web.web.id belum semuanya terupdate dengan KDE rc1. Paket kdeplasmoids terbaru misalnya belum diupload jadi kita harus uninstall dulu paket ini karena jika tidak plasma akan crash!
Leave a Comment » |
Indonesia, Kubuntu | Tagged: Indonesia, Kubuntu, plasmoid, ubuntu-id |
Permalink
Posted by bakthariq
July 15, 2008
Aplikasi blog yang saya sukai adalah kblogger karena sederhana. Kalau dalam KDE 3, kblogger hanya merupakan “aplikasi setengah hati” karena hanya merupakan applet untuk kicker maka dalam KDE 4, kblogger sudah menjadi “aplikasi penuh”.
Yang perlu diingat jika ingin menggunakan kblogger versi 1.0 untuk KDE 4 adalah pada saat memasukkan alamat blog jangan lupa mencantumkan http:// karena jika tidak maka kblogger akan komplain dengan menanyakan apakah kita sudah on-line atau belum.
Hal ini saya alami ketika mensetting alamat blog saya di wordpress. Saya tidak tahu apakah masalah yang sama akan timbul untuk blog yang lain.
Leave a Comment » |
Indonesia, Kubuntu, Ubuntu | Tagged: Indonesia, intrepid, kblogger, Kubuntu, Ubuntu, ubuntu-id |
Permalink
Posted by bakthariq
July 14, 2008
Intrepid Alpha 2 sudah dirilis, saya sudah download iso image-nya dengan jigdo. Lumayan hanya perlu
download 132 paket dari 1245. Intrepid ini saya install di partisi terpisah, jadi saya tetap punya Kubuntu Hardy dengan KDE 3.5 sebagai cadangan kalau Intrepid-nya “bocor”.
Kubuntu Intrepid sudah default menggunakan KDE 4, jadi aplikasi KDE4 sudah diinstal di /usr tidak lagi di /usr/lib/kde4 seperti di Hardy. Selain itu nama paket sudah menggunakan nama aslinya (misalnya konqueror) dengan tidak pakai embel-embel -kde4 dibelakangnnya seperti di Hardy (konqueror-ke4). Selain itu user
tidak lagi menggunakan .kde4 tetapi .kde untuk file konfigurasinya.
Dan ini screenshot-nya:

Leave a Comment » |
Indonesia, Kubuntu, Ubuntu | Tagged: Indonesia, intrepid, Kubuntu, Linux, Ubuntu, ubuntu-id |
Permalink
Posted by bakthariq
January 4, 2008
Saya menginstal VirtualBox di Kubuntu Gutsy saya. Komunitas (X/K)Ubuntu memiliki referensi di
sini yang cukup komprehensif menerangkan cara untuk menginstal VirtualBox.
Saya mengikuti petunjuk di halaman tersebut dan sekarang sudah dapat menginstal BlankOn Konde dengan mudah.

Yang saya lakukan adalah menginstal paket virtualbox-ose dan virtualbox-ose-source yang sudah tersedia secara default di repo ubuntu:
sudo apt-get install virtualbox-ose virtualbox-ose-source
Ada sedikit bug karena kemudian muncul tampilan seperti ini:
* Starting VirtualBox kernel module vboxdrv chown: `:vboxusers’: invalid group
* Cannot change owner vboxusers for device /dev/vboxdrv.
Bug ini memang telah diketahui oleh developer ubuntu dan di launchpad dikenal sebagai bug 154630 atau bug 153819. Kita cukup lakukan fix berikut:
sudo usermod -a -G vboxusers [namalogin]
sudo invoke-rc.d vboxdrv start
Untuk mengaktifkan group baru ini, kita harus logout dulu baru kemudian login lagi.
Kemudian ketikkan perintah berikut untuk menginstal modul kernelnya:
sudo module-assistant update
sudo module-assistant prepare
sudo module-assistant update
sudo module-assistant unpack virtualbox-ose
sudo module-assistant auto-install virtualbox-ose
Nah, paket VirtualBox sudah terinstal.
Ini adalah tampilan setting VirtualBox

Saya menginstal BlankOn Konde yang file iso-nya saya download dari kambing.vlsm.org kemaren. Instalasi berjalan baik yang penting setelah instalasi selesai jangan lupa mensetting menu di VirtualBox agar booting langsung ke harddisk karena kalau tidak dia akan mencoba booting dengan iso kembali.

Leave a Comment » |
General Affairs, Indonesia, Kubuntu, Ubuntu | Tagged: General Affairs, Indonesia, Kubuntu, Linux, Ubuntu |
Permalink
Posted by bakthariq