1 ebook a week: The Girl With the Dragon Tattoo, karya Stieg Larsson

Apa yang bisa dilakukan apabila kita harus beristirahat total di tempat tidur selama seminggu? 
Membaca, tentu saja :)

Setelah lama sekali tidak menyentuh kindle tersayang, saya mendapatkan kesempatan itu 2 minggu lalu ketika saya harus bedrest, dan 3 novel berhasil saya selesaikan. Pertama, “The Girl with the Dragon Tattoo” karya Stieg Larsson, “Fifth Mountain” karya Paolo Coelho, dan “The Embroidery Bandit” karya Gu Lung.
The Girl with the Dragon Tattoo adalah novel pertama dari sebuah trilogi yang dikenal juga dengan nama Millennium Series. Novel kedua adalah “The Girl Who Played with Fire” dan novel selanjutnya adalah “The Girl Who Kicked the Hornet’s Nest”. Larsson sendiri tidak bisa menikmati ketenaran dari trilogi karyanya ini karna ia meninggal dunia sebelum novel-novel tersebut diterbitkan. Trilogi ini menjadi best seller di Swedia, Eropa dan Amerika Serikat. Di Swedia novel sudah diadaptasi dalam sebuah film. Sekarang versi hollywood dari novel ini sudah selesai diproduksi dan akan dirilis pada bulan Desember 2011. 
Novel ini merupakan novel action/drama/thriller yang berpusat pada seorang gadis (yang memiliki tattoo naga tentu saja, sesuai judul novelnya) yang bernama Lisbeth Salander. Dia seorang hacker dan memiliki kemampuan photographic memory. Namun Lisbeth adalah gadis yang tertutup, sociopath dan merupakan korban kekerasan seksual. Tokoh kedua adalah seorang jurnalis, pemimpin redaksi majalah “Millennium” yang bernama Mikael Blomkvist.
Melalui jalan yang tak disangka-sangka, kedua orang ini kemudian terlibat dalam penelitian mengenai kasus hilangnya Harriet Vanger, kemenakan Henrik Vanger, CEO perusahaan besar di Swedia yang sudah pensiun. Penelitian ini kelihatannya mustahil membuahkan hasil karna kasusnya terjadi pada 40 tahun silam. Berkat bakat wartawannya, Bromkvist perlahan-lahan menemukan titik terang kasus ini, namun  seiring dengan itu pula muncul kasus kejahatan lain yang tidak terbayangkan sama sekali.
Novel ini diceritakan dengan ringan dan mudah dicerna. Ceritanya pada intinya berpusat pada kekerasan seksual. Sebagai informasi, versi Swedia dari novel ini berjudul “Män Som Hatar Kvinnor” (Men Who Hate Women). 
Tapi bagi saya yang terbiasa menonton Dexter atau CSI, tidak ada suspense yang tersisa di novel ini :)
 
Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.