1 ebook a week: The Alchemist, karya Paulo Coelho
February 21, 2011 Leave a Comment
Buku kita minggu ini adalah novel The Alchemist karya Paulo Coelho. Paulo Coelho adalah orang Brazil dan novel ini diterbitkan dalam bahasa Portugis dialek Brazil, di tahun 1988. Tentu saja saya tidak membaca buku aslinya ini karna saya tidak bisa bahasa Portugis
jadi saya membaca terjemahannya dalam bahasa Inggris.
Saya sudah membaca 2 buah buku Coelho, satunya lagi The Manual of the Warrior of Light jadi saya sudah tahu kira-kira bagaimana cara berceritanya. Gaya bercerita Coelho adalah sederhana, linier. Kalimatnya tidak panjang-panjang, walaupun begitu kata-katanya berisi. Sepintas, cerita Coelho mirip dengan dongeng masa lalu.

The Alchemist bercerita tentnag sosok Santiago, seorang pengembala Spanyol di Andalusia. Suatu hari ketika beristirahat di sebuah gereja tua yang tak terurus dia bermimpi (2 kali) kalau ia akan menemukan harta karun miliknya di dekat Piramid di Mesir. Mimpi ini adalah mimpi nyata, sedemikian rupanya, hingga Santiago akhirnya memutuskan berkelana ke Afrika untuk menemukan harta karunnya setelah ia berkonsultasi dengan seorang wanita peramal gipsi.
Dalam perjalananya ia bertemu dengan sorang raja, yang memberikannya sepasang batu, Urim dan Thummim. Kemudian ia mengalami berbagai pertualangan. Ia ditipu ketika baru sampai di Afrika, hingga semua bekalnya, hasil menjual biri-birinya, hilang tak bersisa. Ia kemudian menjadi pelayan pedagang di sebuah toko kristal. Setelah itu ia ikut dalam perjalanan kafilah menyeberangi gurun dan akhirnya menemukan kekasihnya di sebuah oase. Namun pengalamannya yang terpenting adalah ketika ia bertemu dengan “Sang Ahli Kimia” (Alchemist) yang kemudian menjadi guru spiritualnya.
The Alchemist pada intinya berisi nasehat agar kita tidak ragu untuk mengejar mimpi kita. Salah satu kalimat yang sering dilulang-ulang di dalam novel ini adalah: “Ketika kita mengejar sesuatu maka seluruh alam semesta akan berkonspirasi agar kita meraih cita-cita itu“. Dalam mengejar cita-cita, yang terpenting adalah mengalami prosesnya. Bagaimana hasil akhirnya adalah perkara nanti (ini merupakan salah satu bagian yang paling menarik dari novel ini). Jangan terpancing dengan hal-hal yang kita temui dalam perjalanan meraih mimpi itu, walaupun hal-hal tersebut menarik, karena semuanya hanyalah pengganggu.
NB:
1. Segera setelah saya selesai membaca The Alchemist, saya menemukan sebuah film yang berjudul “Al Ghazali, The Alchemist of Happiness”. Kalau merujuk ke novel Coelho, ini sama sekali bukan kebetulan. Ini adalah tanda kalau alam sudah mulai berkonspirasi…:)
2. (Saya ketahui dari wikipedia), novel ini memegang rekor “buku, dari pengarang yang masih hidup, yang paling banyak diterjemahkan (67 bahasa)”.
3. Coelho adalah pendukung sistem “budaya berbagi”, jadi novel-novelnya bebas dipertukarkan/didownload di internet. Silakan cari!