Komik, Cergam Kenangan Masa Kecil

Judul terakhir kisah Mandala Sang Siluman Sungai Ular

Ini adalah cover cergam Indonesia yang menjadi bagian masa kecil dulu. Yang diatas adalah serial Mandala Sang Siluman Sungai Ular karangan Man. Cover tersebut berasal dari judul terakhir petualangan Mandala yang saya sendiri belum sempat baca. Serial Mandala adalah salah satu cerita favorit saya yang menjadi kenangan indah yang tidak akan terlupakan.

Namun demikian, seperti halnya banyak pengarang cergam lain di Indonesia zaman itu, cerita Mandala merupakan saduran/jiplakan dari cerita orang lain. Pada awalnya cerita Mandala mennyadur/menjiplak cerita Kho Ping Hoo yaitu kisah petuaklangan Pendekar Super Sakti. Jika anda pembaca Mandala anda tentu tahu bahwa Mandala ini tak lain adalah si Gak Bun Beng anak Gak Liat di cerita Pendekar Super Sakti. Sementara Pendekar Super Saktinya dipersonifikasikan pada Barata, Pendekar Lengan Tunggal.

Pada kisah yang lain (Braja, Setan Catur) Man mengambil cerita Para Pendekar Negeri Tayli. Kwee Ceng versi Hengky and Co.

Busur Kumala

Kalau gambar yang di atas ini berasal dari cergam karangan Henky. Menurut saya gambar Henky adalah salah satu gambar paling bagus yang hingga kini masih banyak ditiru oleh cergamis lain, misalnya cergam di Pos Kota. Saya ingat waktu dulu menempelkan cover cergam karangan Henky di buku pelajaran sekolah.

Kisah Busur Kumala ini adalah juga saduran/jiplakan dari cerita silat lain yaitu kisah si Kwee Ceng di Pendekar Pemanah Rajawali kaya Chin Yung. Walaupun saduran/jiplakan, cergam karya Henky dan Man tetap laku keras dan menjadi primadona pada zamannya.

Update: Gambar di atas diambil dari Taman Bacaan Bastari

Leave a Reply