Karmic Koala dan Zsync

November 3, 2009

K/Ubuntu 9.10, Karmic Koala, sudah dirilis tanggal 29 Oktober yang baru lalu. Satu laptop dan satu desktop saya sudah diupgrade ke Koala.

Saya sudah download 5 iso: kubuntu livecd, kubuntu alternate cd, kubuntu netbook remix, ubuntu alternate cd dan ubuntu livecd! Wah berapa lama downloadnya? Apa punya koneksi super cepat? Nggak juga.

Kuncinya adalah saya mencoba program download “zsync” yang dapat menghemat bandwidth luar biasa. Ternyata zsync lebih baik dari pada jigdo yang bisasa saya pakai sejak intrepid. Dengan menggunakan zsync, kita bahkan bisa mempersingkat download livecd dengan menggunakan alternate cd sebagai file “modal”. Ini tidak bisa saya lakukan sebelumnya ketika menggunakan jigdo. Keuntungan lain zsync dibandingkan jigdo adalah tidak adanya masalah bagian file yang tidak ditemui lagi.

Zsync tidak terinstal secara default di kubuntu, jadi untuk menggunakannya harus diinstal dulu:

sudo apt-get install zsync

Untuk menggunakan zsync cukup ketikkan perintah “zsync” dan url file zsync tujuan misalnya:

zsync http://releases.ubuntu.com/kubuntu/karmic/ kubuntu-9.10-alternate-i386.iso.zsync

Zsync akan mencari file image modal (dengan nama yang sama) di direktori aktif. Jika ada, zsync akan mencoba menganalisa berapa bagian file yang sudah ada dan melanjutkan download untuk bagian sisanya. Bila tidak ada file “modal”, zsync akan mendownload file secara keseluruhan.

Jika kita memiliki file modal dengan nama lain gunakan pilihan -i, misalnya anda sudah punya file iso kubuntu-alternate.iso di direktori aktif.

zsync -i kubuntu-alternate.iso http://releases.ubuntu.com/kubuntu/karmic/ kubuntu-9.10-livecd-i386.iso.zsync

Ini perintah untuk mendownload iso kubuntu livecd dengan menggunakan file iso image kubuntu alternate cd.

Jadi saya cukup mendownload 1 iso secara penuh (dari awal). Saya sudah mencoba kubuntu karmic koala sejak beta. Jadi saya menggunakan file iso koala beta ini sebagai “modal” untuk mendownload file iso yang lain, mulai dari upgrade ke release candidate, hingga ke final, terus setelah itu download versi desktop lice cd dan netbook remix.

Saya tidak ngefans dengan ubuntu tapi untuk mengetahui efisiennya zsync, saya juga coba download ubuntu desktop live cd dan ubuntu alternate cd sekalian.

Ini itung-itungan saya (kalau enggak salah) penghematan bandwidth dengan menggunakan zsync.

-Dari kubuntu alternate cd ke kubuntu livecd, kita hanya perlu download 30%

-Dari kubuntu alternate cd ke kubuntu netbook remix, cukup download 20%

-Dari kubuntu alternate ke ubuntu alternate, cukup download 40%

-Dari ubuntu alternate ke ubuntu livecd, cukup 30%

Selamat mencoba Karmic Koala dan selamat mencoba zsync!


Goodbye Bilbo, Welcome Blogilo

September 29, 2009

Sekarang Bilbo blogger resmi berubah menjadi “Blogilo”, yang artinya lebih kurang alat untuk blog. Ternyata kata “Bilbo” ada yang punya yaitu Tolkien Enterprises, jadi menggunakan kata tersebut akan bermasalah di kemudian hari. Developer Bilbo meminta saran pengganti nama bilbo dan dari sekian banyak saran yang muncul, dipilihlah “Blogilo”. Jadi selamat datang Blogilo!

NB: Dalam bahasa daerah saya (bengkulu) kata blogilo ini juga catchy karena bisa mengacu ke arti “gila blog” :)


Building Amarok 2.2 in Jaunty

September 29, 2009

Update: Amarok 2.2 (code name “sunjammer”) was just released. You still can use the instruction below to build amarok 2.2, just download the appropriate source (i.e amarok.2.2.0.tar.bz2)

Yes, amarok 2.2 is just outside the door. Yes, the latest Amarok will be included in Karmic, due next month. But if you are among the impatients and had been salivating to try the cool features of the latest amarok what is your option? Can you try latest amarok in Jaunty? Sure you can. Of course, you have to build it yourself (I didn’t find any ubuntu packages in PPA, yet). Some compiling wouldn’t hurt, right? Basically I followed mamarok’s instructions (one of the core amarok developers) found here.

I used updated Jaunty with KDE 4.3.1 using repo from jaunty-backports and kubuntu-ppa experimental.

First, you need to have build-essentials and kde and mysql developement packages and qtscriptgenerator. You may also add other packages, especially when builing amarok, for example libgpod or liblastfm. These are optional since you can build amarok without them. The needed packages will be spit out by cmake.

Then you need to build the latest taglib, at least version 1.6, because now amarok need it, instead of the version 1.5-3 currently in Jaunty. Get it here. After you download it, then extract the source, make separate build directory, cmake, and make install.

$ tar zxvf taglib-1.6.tar.gz

$ cd taglib-1.6/

$ mkdir build, cd build

$ cmake -DCMAKE_INSTALL_PREFIX=`kde-config –prefix` -DWITH_ASF=On -DWITH_MP4=On ..

$ sudo make install

Second, you need to build the latest taglib-extras, version 1.0.1, because amarok also require this and the version in Jaunty is only version 0.1.2. Download it from here, extract and make the package using cmake.

$ tar zxvf taglib-extras-1.0.1.tar.gz

$ cd taglib-extras-1.0.1/

$ mkdir build, cd build

$ cmake -DCMAKE_INSTALL_PREFIX=`kde-config –prefix`..

$ sudo make install

I found that I need to remove the existing libtag1c2a and libtag-extras0. Consequently, I also lost libtunepimp5, and ki3d and ktorrent, and k3b. To remedy this, I made debian packages of taglib 1.6 and taglib-extras 1.0.1 using checkinstall and name the package as libtag1c2a and libtag-extra0, just like the previous version available in Jaunty repo. It solved the dependency problems and I could install back k3b, ktorrent and kid3. (I know there is a better way of doing packaging, not using checkinstall that is, that would solved the problem more graciously, suggestions?).

Then, download amarok source package from here, extract the source, cmake and make install:

$ tar xjvf amarok.2.1.90.tar.bz2

$ cd amarok-2.1.90/

$ mkdir build, cd build

$ cmake -DCMAKE_INSTALL_PREFIX=`kde-config –prefix`..

$ sudo make install

…….Enjoy your Amarok 2.2 rc1!

Update: And this is the the official Amarok 2.2 fresh from the oven…Rock your world!


QiOO: Qur’an in Openoffice

September 11, 2009

Selain Plugin Quran untuk Microsoft Word, sekarang ternyata juga sudah ada hal yang mirip untuk pengguna Openoffice Writer (istilahnya extension). Namanya QiOO, singkatan dari Qur’an in Openoffice. Kalau saya tidak salah, sebagaimana halnya plugin untuk Microsoft Word, extension Writer ini juga merupakan buatan orang Indonesia! Extension ini dapat ditemukan di sini. Sayang hingga sekarang, extension ini belum diupload ke website resmi extension openoffice jadi mungkin banyak orang yang tidak tahu. Informasi tambahan bisa dilihat di blog Mas Issotyo, sang pengembangnya.

Supaya font Quran nya bagus, kita harus menginstal dulu font ScheherazadeRegOT.ttf yang disertakan pada file instalasi.

Secara default, extension ini sudah menyertakan terjemahan Quran dalam bahasa Indonesia. Jika ingin menggunakan terjemahan bahasa lain, kita dapat mendownload file terjemahan di website Zekr. Instalasinya dilakukan melalui pilihan option pada jendela Menu AlQuran tersebut. Saya sudah mencoba terjemahan bahasa inggris (Yusuf Ali) dan ternyata dapat digunakan dengan baik.

Selamat Puasa!


Open Clip Art Library: Clipart bebas pakai, tanpa takut dituntut

September 11, 2009

Mau membuat presentasi atau tulisan dengan clipart yang bagus, nggak biasa, bebas dan “merdeka”? Silakan gunakan berbagai clipart yang ada di Open Clip Art Library.

Di sini tersedia berbagai clipart hasil gotong-royong para artis dari seluruh dunia. Semua clipart disini disebarkan dengan sebagai Public Domain, jadi kita tidak perlu takut menggunakannya. Clipartnya sendiri terdiri dari berbagai tipe. Tinggal pilih yang sederhana hingga yang photorealistic.

Mau lihat contohnya?


Mencoba Bilbo!

September 8, 2009

Wah sudah lama tidak posting. Sudah banyak peristiwa yang bagus (Jaunty dan KDE 4.3 sudah rilis misalnya) menjadi bahan bloggging tapi malas menulis lebih berkuasa..:(

Nah ini ada kesempatan posting. Baru saja membaca artikel tentang Bilbo Blogger, aplikasi client blogging untuk KDE di sini dan di blog developer aslinya. Sebagaimana disebutkan dalam blog tersebut, Bilbo sudah resmi keluar dengan versi 1.0.

Setelah menambahakan ppa milik neversfelde (Christian Mangold) di /etc/apt/sources.list, Bilbo langsung dicoba, dan posting deh! Sebagai informasi tambahan, Bilbo ini merupakan salah satu dari 2 aplikasi populer yang dibuat developer KDE dari negeri Persia, Iran. Satunya lagi Choqok, aplikasi client untuk twitter dan identi.ca.


Alternatif PDF Reader selain Adobe

February 4, 2009

Kampanye yang sedang digalakkan oleh FSF Eropa agar kita menggunakan pdf reader yang bebas dan gratis. Dari berbagai pilihan yang ada hanya Okular yan g bisa dipakai di Windows, MacOS dan Linux.

pdfreaders.org


Sribefire addon and Broken Kblogger

February 3, 2009

I filed a bug against a broken kblogger-kde4, however there is still no fix. The bug is really annoying since no toolbars are present on the UI making the program in this case practically unusable.

Yesterday I tried to build the package from sources downloaded from kblogger website. The first tries failed, and only after following the fix i found here, i could have it build successfully. The bad news is that the resulting package also suffer from the same bug as the ubuntu binary package.

As a replacement for my blogging tools, I install the scribefire firefox addon. Setting up an account is a breeze and this is the first post using scribefire.  


Cara Menginstal Gmail Offline

January 30, 2009

Setelah mambaca artikel tentang fasilitas Google Mail offline di sini, saya langsung tertarik untuk mencobanya sendiri. Setelah mengikuti petunjuknya, akhirnya Gmail offline pun bisa sudah tersetting di laptop saya. Bagi yang berminat mencoba akan saya deskripsikan caranya secara singkat.

Persyaratan pertama untuk menginstal Gmail offline adalah Google Gears, karena program gears inilah sebenarnya yang memungkinkan program-program online google yang populer dapat diakses secara offline. Jadi kita harus menginstall gears terlebih dahulu. Silakan download google gears di sini. Saat ini gears belum dapat diinstal di konqueror, jadi bagi anda pengguna linux yang menyukai konqueror seperti saya, nampaknya kita “terpaksa” kali ini menggunakan firefox. Sekedar catatan, tampilan Gmail yang digunakan harus tampilan standard (Standard View) bukan tampilan sederhana (HTML version).

Setelah gears diinstal, silakan masuk untuk sign-in ke Gmail. Pilih menu Setting–>Labs. Pilih settingan “offline” (pilihan paling atas) dan set ke “enable”, lalu simpan.

gmail-offline
Setelah itu akan keluar jendela gears yang meminta konfirmasi bahwa gmail offline ingin memanfaatkan fasilitas gears. Centang pilihanĀ  “I trust this site. Allow it to use gears”. Bila jendela ini muncul tetapi tidak ada tulisannya, coba tekan alt-tab dan pilih lagi jendela ini.

gmail-offline1

Selain menginstall gmail offline, proses instalasi juga menawarkan apakah kita ingin membuat shortcut di desktop untuk gmail offline. Saya menyarankan “ya” karena akan memudahkan kita mengakses gmail offline nanti. Gmail onine kemudian akan disinkronkan dengan versi offline dengan cara menddownload semua data email kita, termasuk attachment. Tentu saja lama sinkronisasi ini tergantung dengan banyaknya data email dan koneksi internet kita. Setelah ini selesai maka kita sudah bisa menggunakan gmail secara offline. Coba klik shortcut desktop gmail tadi, tampilan untuk sign-in offlinenya adalah seperti ini:

gmail-offline2

Apabila kita ingin online, klik icon status di atas halaman di sebelah kiri “Setting”, kemudian pilih “Please sign-in to receive your new mail”

gmail-offline3

Yang perlu dingat adalah bahwa data gmail kita kan didownload ke komputer/laptop yang kita pakai. Jadi sangat disarankan untuk tidak menginstal gmail offline di komputer umum atau komputer yang dipakai bersama-sama dengan orang lain!

Selamat mencoba.


KDE 4.2 dirilis!

January 29, 2009

Kemarin KDE 4.2 dirilis. Codename untuk versi ini adalah “The Answer”. Mungkin untuk merujuk versi ini sebagai jawaban atas kritik kepada KDE yang muncul sejak KDE4 dirilis satu tahun yang lalu. Secara keseluruhan versi ini sudah sangat stabil dan hampir semua fiturnya yang dimiliki oleh KDE 3, sudah berhasil diduplikasi. Menurut saya dengan versi ini, kita sudah aman untuk migrasi secara keseluruhan ke KDE4.

Untuk anda pengguna ubuntu intrepid, KDE 4.2 dapat diinstal melalui PPA kubuntu-instrumental. Tambahkan repo ini dalam /etc/apt/sources.list anda.

deb http://ppa.launchpad.net/kubuntu-experimental/ubuntu intrepid main

Selain itu import juga gpg-key untuk PPA ini agar tidak ada tampilan kesalahan waktu melakukan “sudo apt-get update”.
Impor key-nya dengan cara:
“gpg –keyserver keyserver.ubuntu.com –recv-keys 493B3065 && gpg –export -a 493B3065 | sudo apt-key add -”

Banyak kemajuan yang kita temukan pada vesi 4.2 ini , antara lain ada 2 yang saya suka yaitu:
1. Fitur untuk mendapatkan versi desktop klasik seperti KDE 3. Klik kanan di desktop–>apperance Settings–>Type–>Pilih folder view. Klik apply. Kita bisa mensetting file apa saja yang bisa tampil iconnya di desktop dengan cara klik kanan desktop–>folder view settings. Kita misalnya bisa memfilter hanya extensi file tertentu saja yang muncul, tampilan iconnya (melintang atau membujur), dan lain-lain.

2. Tampilan widget/plasmoid untuk screensaver. Kita bisa mensetting agar ketika screensaver kita aktif dan desktop terkunci, orang lain bisa meninggalkan pesan di komputer kita. Buka systemsettings–>Desktop–>Screen saver. Klik “allow widgets on screen saver”, dan lakukan setup. Untuk menambahkan widgets klik cashew di pojok kanan atas dan ipilih “add widget”. Silakan tambahkan widget yang anda inginkan. Untuk memungkinkan fitur yang saya sebut di atas, tambahkan widget “Notes”

Sudah tentu masih banyak lagi yang lain. Jadi silakan cek sendiri.